Hamil diluar kandungan

Menjaga kehamilan muda
menjaga kehamilan muda
30/11/2019

Hamil diluar kandungan, tindakan apa yang tepat untuk mengatasi hamil diluar kandungan. Kehamilan di luar kandungan atau kehamilan ektopik menjadi salah satu penyumbang angka terbesar dari kematian ibu hamil. Dari sebagian besar kasus yang terjadi, peradangan pada tuba falopi atau salpingitis menjadi faktor utama penyebab hamil di luar kandungan. Kehamilan diluar kandungan (ektopik) merupakan kondisi dimana sel telur yang telah dibuahi tumbuh dan berkembang di luar endometrium kavum uteri (rahim). Sekitar 98% lokasi kehamilan ektopik berada di tuba falopi. Sisanya terjadi di dalam rongga perut, ovarium dan di leher rahim (serviks).

Kehamilan ektopik atau hamil diluar kandungan terjadi ketika telur yang dibuahi tidak menempel dan tumbuh dalam rahim seperti umumnya, tetapi menempel dan tumbuh di tempat lain, biasanya tuba falopi. Tuba falopi adalah saluran kecil yang dilewati sel telur yang dibuahi untuk menuju rahim. Jika kehamilan berlanjut, embrio akan berkembang dan menjadi terlalu besar dalam tuba falopi sehingga menyebabkan tuba falopi pecah. Kehamilan ektopik tidak dapat dilanjutkan dan harus dikeluarkan untuk menyelamatkan nyawa perempuan. Perawatan oleh ginekolog diperlukan untuk memastikan kesehatan perempuan. Jika tidak diobati, risiko yang dihadapi adalah pendarahan berat internal disebabkan oleh pecahnya tuba falopi.

Hamil diluar kandungan ektopik

Penyebab hamil diluar kandungan

Penyebab hamil di luar kandungan umumnya akibat adanya kerusakan pada tuba falopi karena peradangan atau faktor lain. Akibatnya, sel telur yang telah dibuahi tidak dapat masuk ke dalam rahim dan hanya melekat di tuba falopi atau organ lainnya.

  1. Usia

Para ahli menduga bahwa terdapat hubungan erat antara peningkatan risiko kehamilan ektopik dengan usia wanita yang lebih tua. Wanita yang berumur 35 tahun ke atas berpotensi mengalami kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan mengingat alat reproduksinya yang tidak lagi berfungsi secara sempurna.

  1. Merokok

Wanita yang merokok memiliki risiko kehamilan di luar kandungan yang lebih besar dibandingkan yang tidak merokok. Semakin sering merokok, maka akan semakin meningkat pula risikonya.

Merokok diketahui dapat menyebabkan gangguan pergerakan sel rambut silia di saluran tuba dan menyebabkan terjadinya penundaan masa ovulasi atau keluarnya telur dari indung telur.

  1. Endometriosis

Endometriosis merupakan suatu penyakit yang terjadi ketika jaringan dari lapisan terdalam pada rahim atau endometrium tumbuh di luar rahim. Kondisi ini menyerupai siklus menstruasi namun darah tidak dapat keluar karena berada di luar rahim sehingga darah akan mengendap dan mengiritasi jaringan sekitarnya yang lambat laun dapat menimbulkan jaringan parut.

Jika tumbuhnya endometriosis menyebabkan penyempitan saluran tuba falopi, maka kondisi inilah yang bisa menjadi penyebab hamil di luar kandungan.

  1. Riwayat Kehamilan Ektopik Sebelumnya

Seorang wanita yang sebelumnya pernah mengalami kehamilan ektopik, berisiko besar mengalami kondisi yang sama pada kehamilan berikutnya dengan persentase sebesar 15% setelah kehamilan ektopik pertama dan meningkat menjadi 30% setelah kehamilan ektopik kedua

  1. Penggunaan IUD (Intra Utery Device) 

Kemungkinan terjadinya kehamilan saat menggunakan IUD atau KB spiral memang sangat kecil. Namun jika sudah menggunakan IUD dan ternyata hamil, maka kehamilan yang terjadi kemungkinan besar bukan kehamilan normal melainkan kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan.

  1. Masalah Kesuburan

Masalah kesuburan dan pengobatannya seperti pemakaian obat-obatan hormonal dan pengobatan infertilitas, tak jarang menjadi pemicu terjadinya kehamilan di luar kandungan. Ada beberapa faktor yang kerap mempengaruhi kesuburan wanita, diantaranya seperti kondisi kesehatan reproduksi, stres atau kelainan pada kelenjar tiroid.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: